Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

--- Selamat Datang di DPC PK Sejahtera Kecamatan Tanjung Karang Pusat Kota Bandar Lampung, Perjuangan Kita Belum Selesai, Teruslah Berjuang Harapan Itu Masih Ada!!! ---
Tampilkan postingan dengan label Al Ikhwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al Ikhwah. Tampilkan semua postingan

Minggu, September 28, 2008

10 Sahabat yang Dijamin Masuk Surga

pks-tkp.ol, Sahabat Rasulullah SAW yang dijamin masuk surga berdasarkan hadits berikut: Tercatat dalam “ARRIYADH ANNADHIRAH FI MANAQIBIL ASYARAH“ dari sahabat Abu Dzar ra, bahwa Rasulullah masuk ke rumah Aisyah ra dan bersabda: “Wahai Aisyah, inginkah engkau mendengar kabar gembira?” Aisyah menjawab : “Tentu, ya Rasulullah.” Lalu Nabi SAW bersabda, ”Ada sepuluh orang yang mendapat kabar gembira masuk surga, yaitu : Ayahmu masuk surga dan kawannya adalah Ibrahim; Umar masuk surga dan kawannya Nuh; Utsman masuk surga dan kawannya adalah aku; Ali masuk surga dan kawannya adalah Yahya bin Zakariya; Thalhah masuk surga dan kawannya adalah Daud; Azzubair masuk surga dan kawannya adalah Ismail; Sa’ad masuk surga dan kawannya adalah Sulaiman; Said bin Zaid masuk surga dan kawannya adalah Musa bin Imran; Abdurrahman bin Auf masuk surga dan kawannya adalah Isa bin Maryam; Abu Ubaidah ibnul Jarrah masuk surga dan kawannya adalah Idris Alaihissalam.”

Kisah singkat 10 Sahabat

a. Abu Bakar bin Abi Qohafah (Assiddiq), adalah seorang Quraisy dari kabilah yang sama dengan Rasulullah, hanya berbeda keluarga. Bila Abu Bakar berasal dari keluarga Tamimi, maka Rasulullah berasal dari keluarga Hasyimi. Keutamaannya, Abu Bakar adalah seorang pedagang yang selalu menjaga kehormatan diri. Ia seorang yang kaya, pengaruhnya besar serta memiliki akhlaq yang mulia. Sebelum datangnya Islam, beliau adalah sahabat Rasulullah yang memiliki karakter yang mirip dengan Rasulullah. Belum pernah ada orang yang menyaksikan Abu Bakar minum arak atau pun menyembah berhala. Dia tidak pernah berdusta. Begitu banyak kemiripan antara beliau dengan Rasulullah sehingga tak heran kemudian beliau menjadi khalifah pertama setelah Rasulullah wafat. Rasulullah selalu mengutamakan Abu Bakar ketimbang para sahabatnya yang lain sehingga tampak menojol di tengah tengah orang lain.

“Jika ditimbang keimanan Abu Bakar dengan keimanan seluruh ummat niscaya akan lebih berat keimanan Abu Bakar. ”(HR. Al Baihaqi)

Al Qur’an pun banyak mengisyaratkan sikap dan tindakannya seperti yang dikatakan dalam firmanNya, QS Al Lail 5-7, 17-21, Fushilat 30, At Taubah 40. Dalam masa yang singkat sebagai Khalifah, Abu Bakar telah banyak memperbarui kehidupan kaum muslimin, memerangi nabi palsu, dan kaum muslimin yang tidak mau membayar zakat. Pada masa pemerintahannya pulalah penulisan AlQur’an dalam lembaran-lembaran dimulai.

b. Umar Ibnul Khattab, ia berasal dari kabilah yang sama dengan Rasulullah SAW dan masih satu kakek yakni Ka’ab bin Luai. Umar masuk Islam setelah bertemu dengan adiknya Fatimah daan suami adiknya Said bin Zaid pada tahun keenam kenabian dan sebelum Umar telah ada 39 orang lelaki dan 26 wanita yang masuk Islam. Di kaumnya Umar dikenal sebagai seorang yang pandai berdiskusi, berdialog, memecahkan permasalahan serta bertempramen kasar. Setelah Umar masuk Islam, da’wah kemudian dilakukan secara terang-terangan, begitupun di saat hijrah, Umar adalah segelintir orang yang berhijrah dengan terang-terangan. Ia sengaja berangkat pada siang hari dan melewati gerombolan Quraisy. Ketika melewati mereka, Umar berkata, ”Aku akan meninggalkan Mekah dan menuju Madinah. Siapa yang ingin menjadikan ibunya kehilangan putranya atau ingin anaknya menjadi yatim, silakan menghadang aku di belakang lembah ini!” Mendengar perkataan Umar tak seorangpun yang berani membuntuti apalagi mencegah Umar. Banyak pendapat Umar yang dibenarkan oleh Allah dengan menurunkan firmanNya seperti saat peristiwa kematian Abdullah bin Ubay (QS 9:84), ataupun saat penentuan perlakuan terhadap tawanan saat perang Badar, pendapat Umar dibenarkan Allah dengan turunnya ayat 67 surat Al Anfal.

Sebagai khalifah, Umar adalah seorang yang sangat memperhatikan kesejahteraan ummatnya, sampai setiap malam ia berkeliling khawatir masih ada yang belum terpenuhi kebutuhannya, serta kekuasaan Islam pun semakin meluas keluar jazirah Arab.

c. Utsman bin Affan, sebuah Hadits yang menggambarkan pribadi Utsman : “Orang yang paling kasih sayang diantara ummatku adalah Abu Bakar, dan paling teguh dalam menjaga ajaran Allah adalah Umar, dan yang paling bersifat pemalu adalah Utsman. (HR Ahmad, Ibnu Majah, Al Hakim, At Tirmidzi) Utsman adalah seorang yang sangat dermawan, dalam sebuah persiapan pasukan pernah Utsman yang membiayainya seorang diri. Setelah kaum muslimin hijrah, saat kesulitan air, Utsmanlah yang membeli sumur dari seorang Yahudi untuk kepentingan kaum muslimin. Pada masa kepemimpinannya Utsman merintis penulisan Al Qur’an dalam bentuk mushaf, dari lembaran-lembaran yang mulai ditulis pada masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar.

d. Sahabat berikutnya adalah Ali bin Abi Thalib, pemuda pertama yang masuk Islam, ia yang menggantikan posisi Rasulullah di tempat tidurnya saat beliau hijrah, Ali yang dinikahkan oleh Rasulullah dengan putri kesayangannya Fatimah, Ali yang sangat sederhana kehidupannya.

e. Sahabat kelima yang oleh Rasulullah dijamin masuk surga adalah Thalhah bin Ubaidillah yang pada Uhud terkena lebih dari tujuh puluh tikaman atau panah serta jari tangannya putus. Namun Thalhah yang berperawakan kekar serta sangat kuat inilah yang melindungi Rasulullah disaat saat genting, beliau memapah Rasulullah yang tubuhnya telah berdarah menaiki bukit Uhud yang berada di ujung medan pertempuran saat kaum musyrikin pergi meninggalkan medan peperangan karena mengira Rasulullah telah wafat. Saat itu Thalhah berkata kepada Rasulullah, ”Aku tebus engkau ya Rasulullah dengan ayah dan ibuku.” Nabi tersenyum seraya berkata, ”Engkau adalah Thalhah kebajikan.” Sejak itu Beliau mendapat julukan Burung Elang hari Uhud. Rasulullah pernah berkata kepada para sahabatnya, ”Orang ini termasuk yang gugur dan barang siapa yang senang melihat seorang yang syahid berjalan di muka bumi maka lihatlah Thalhah.”

f. Azzubair bin Awwam, sahabat yang berikutnya, adalah sahabat karib dari Thalhah. Beliau muslim pada usia lima belas tahun dan hjrah pada usia delapan belas tahun, dengan siksaan yang ia terima dari pamannya sendiri. Kepahlawanan Azzubair ibnul Awwam pertama terlihat dalam Badar saat ia berhadapan dengan Ubaidah bin Said Ibnul Ash. Azzubair ibnul Awwam berhasil menombak kedua matanya sehingga akhirnya ia tersungkur tak bergerak lagi, hal ini membuat pasukan Quraisy ketakutan.

Rasulullah sangat mencintai Azzubair ibnul Awwam beliau pernah bersabda, ”Setiap nabi memiliki pengikut pendamping yang setia (hawari), dan hawariku adalah Azzubair ibnul Awwam.” Azzubair ibnul Awwam adalah suami Asma binti Abu Bakar yang mengantarkan makanan pada Rasul saat beliau hijrah bersama ayahnya. Pada masa pemerintahan Umar, saat panglima perang menghadapi tentara Romawi di Mesir Amr bin Ash meminta bala bantuan pada Amirul Mu’minin, Umar mengirimkan empat ribu prajurit yang dipimpin oleh empat orang komandan, dan ia menulis surat yang isinya, ”Aku mengirim empat ribu prajurit bala bantuan yang dipimpin empat orang sahabat terkemuka dan masing-masing bernilai seribu orang. Tahukah anda siapa empat orang komandan itu? Mereka adalah Ubadah ibnu Assamit, Almiqdaad ibnul Aswad, Maslamah bin Mukhalid, dan Azzubair bin Awwam.” Demikianlah dengan izin Allah, pasukan kaum muslimin berhasil meraih kemenangan.

g. Adalah Abdurrahman bin Auf, yang disebutkan berikutnya, adalah seorang pedagang yang sukses, namun saat berhijrah ia meninggalkan semua harta yang telah ia usahakan sekian lama. Namun saat telah di Madinahpun beliau kembali menjadi seorang yang kaya raya, dan saat beliau meninggal, wasiat beliau adalah agar setiap peserta perang Badar yang masih hidup mendapat empat ratus dinar, sedang yang masih hidup saat itu sekitar seratus orang, termasuk Ali dan Utsman. Beliaupun berwasiat agar sebagian hartanya diberikan kepada ummahatul muslimin, sehingga Aisyah berdoa: “Semoga Allah memberi minum kepadanya air dari mata air Salsabil di surga.”

h. Sahabat yang disebutkan berikutnya adalah Saad bin Abi Waqqash, orang pertama yang terkena panah fisabilillah, seorang yang keislamannya sangat dikecam oleh ibunya, namun tetap tabah, dan kukuh pada keislamannya.

i. Said bin Zaid, adik ipar Umar, adalah orang yang dididik oleh seorang ayah yang beroleh bihayah Islam tanpa melalui kitab atau nabi mereka seperti halnya Salman Al Farisi, dan Abu Dzar Al Ghifari. Banyak orang yang lemah berkumpul di rumah mereka untuk memperoleh ketenteraman dan keamanan, serta penghilang rasa lapar, karena Said adalah seorang sahabat yang dermawan dan murah tangan.

j. Nama terakhir yang meraih jaminan surga adalah Abu Ubaidah Ibnul Jarrah, yang akhirnya terpaksa membunuh ayahnya saat Badar, sehingga Allah menurunkan QS Al Mujadilah : 22. Begitupun dalam perang Uhud, Abu Ubaidahlah yang mencabut besi tajam yang menempel pada kedua rahang Rasulullah, dan dengan begitu beliau rela kehilangan giginya. Abu Ubaidah mendapat gelar dari Rasulullah sebagai pemegang amanat ummat, seperti dalam sabda beliau : “Tiap-tiap ummat ada orang pemegang amanat, dan pemegang amanat ummat ini adalah Abu Ubaidah Ibnul Jarrah.”

[+/-] baca lebih lanjut ...

Kamis, September 18, 2008

Dr. Mousa Abu Marzuk: Bangsa Palestina Hanya Ingin Bebas dari Penjajahan Israel

pks-tkp.ol, Tidak mudah untuk bertemu dengan Deputi Kepala Biro Politik Hamas Dr. Mousa Abu Marzuk, yang sedang dalam pengasingan di Suriah. Perjalanan tim Islamonline untuk mewawancarai Abu Marzook ibarat perjalanan penuh petualangan. Namun akhirnya mereka menjumpai sosok seorang laki-laki yang ramah, jauh dari stereotipe seorang pejuang dari kelompok yang oleh AS dimasukkan dalam daftar kelompok teroris.

Abu Marzuk menjawab semua pertanyaan-pernyataan para pembaca Islamonline tentang Hamas. Mengapa Hamas tidak mau mengakui Israel, apakah Hamas semata-mata cuma kelompok perlawanan di Palestina dan apa sebenarnya tujuan akhir Hamas, dan banyak pertanyaan menarik lainnya. Eramuslim menyajikan beberapa pertanyaan penting saja, yang Insya Allah bisa memenuhi keingintahuan pembaca di tentang Hamas.

Apa maknanya bagi Hamas menjadi gerakan perlawanan "Islami" dan apa yang membuat Hamas berbeda dengan gerakan perlawanan lainnya?

Ya, Hamas adalah gerakan perlawanan Islam. Tapi mengapa harus perlawanan? Dan mengapa harus Islami?

Hamas sebagai gerakan perlawanan, karena bangsa Palestina berada di bawah penjajahan dan setiap gerakan pembebasan nasional harus menunjukkan bahwa gerakan itu hidup. Sebagai gerakan pembebasan nasional, Hamas bekerja untuk membebaskan bangsa dari penjajahan Israel dan peduli dengan persoalan-persoalan bangsa seperti reformasi dan persoalan politik lainnya. Hamas komitmen terhadap isu-isu Palestina.

Hamas sebagai gerakan Islami, karena yang menjadi acuan utamanya adalah Islam. Oleh sebab itu nama dan program-program perjuangan Hamas merefleksikan konsep Islami itu. Perilaku, pendekatan dan kriteria keanggotaan Hamas, semuanya disesuaikan dengan hukum Islam (Syari'ah).

Yang membedakan Hamas dengan gerakan perlawanan lainnya, masalah-masalah Palestina membuat isu-isu terkait Hamas tidak sebatas pada wilayah geografis, di dalam wilayah Palestina saja dan tidak terbatas untuk rakyat Palestina saja. Hamas memiliki visi yang luas yang mempertimbangkan seluruh persoalan keIslaman secara mendalam.

Ada pertanyaan, mengapa Hamas tidak menerapkan Syariah di Jalur Ghaza. Karena banyak pihak, terutama di dunia Barat mengungkapkan kekhawatiran dan ketakutannya atas kemungkinan Hamas menerapkan hukum Islam.

Banyak orang berpikir bahwa Islam cuma urusan hudud (sanksi hukuman dalam Islam) padahal Islam itu sangat komprehensif dan hudud cuma bagian kecil dari sistem dalam Islam. Islam adalah cara hidup Muslim baik di tingkat individu, keluarga maupun masyrakat. Islam juga mengatur isu-isu seperti ekonomi, hubungan individu dengan lingkungan sekitarnya, juga hubungan antara masyarakat Muslim dengan komunitas masyarakat lainnya.

Awalnya, di bawah penjajahan Israel, Hamas tidak memiliki kedaulatan, termasuk kedaulatan untuk menegakkan hudud atau apapun. Sangat tidak logis menerapkan hudud tanpa dukungan publik karena Islam adalah untuk semua Muslim. Itulah sebabnya, pilihan itu harus dibuat berdasarkan keputusan kolektif. Tak ada satu pun faksi yang boleh menerapkan sesuatu dengan mengabaikan realtitas dan keadaan di sekitarnya.

Ketika Nabi Muhammad saw pertama kali tiba di Madinah, yang pertama kali menjadi perhatiannya adalah membuat kontrak sosial dengan warga Madinah, meski Muslim ketika itu menjadi warga minoritas di tengah masyarakat Madinah. Rasulullah akhirnya berhasil membuat kontrak itu yang mengharuskan setiap orang di Madinah memikul tanggung jawab itu. Contohnya, orang-orang Yahudi, seperti juga warga lainnya di Madinah, punya hak dan tanggung jawab dalam masyarakat.

Pesan Islam sangat universal. Islam datang sebagai rahmat untuk semua orang, bukan hanya Muslim. Dan rahmat bagi manusia itu juga menyangkut hak-hak orang lain. Oleh sebab itu, sebuah kelompok Islam bukan berarti bebas menerapkan visinya tanpa mempedulikan kondisi di sekitarnya.

Bagaimana hubungan Hamas dengan gerakan-gerakan lainnya di dunia Islam?

Hubungan Hamas dengan gerakan-gerakan Islami lainnya cukup seimbang dan memuaskan. Kami melakukan kesepakatan dengan semua gerakan itu dengan cara yang bertanggung jawab. Kami kooperatif dengan hal-hal yang kami setujui dan saling memaafkan jika terjadi perselisihan. Kami tidak akan berpihak pada gerakan apapun yang melawan pemerintahannya, begitupun sebaliknya. Dalam hal ini, kami membuka kesempatan pada semua gerakan yang ingin membantu kami semampu mereka bisa.

Kami tahu, mayoritas Muslim merasa ikut bertanggung jawab atas persoalan-persoalan Palestina dengan cara mendoakan kami, menyebarkan semangat dan harapan atau dengan memberikan bantuan materi. Dan sumber utama dukungan bagi kami datang dari masyarakat dunia Islam. Dukungan ini membuat musuh-musuh kami kesulitan untuk memberangus sumber-sumber finansial Hamas. Muslim di seluruh dunia sangat memahami kewajiban mereka terhadap saudara-saudari mereka di Palestina. Kesadaran ini pada gilirannya, membantu Hamas untuk tetap kuat tanpa adanya bantuan resmi atau dukungan dari otoritas Palestina yang sudah berlangsung lama.

Saya katakan, jika kami, rakyat Palestina telah mengorbankan jiwa, raga dan anak-anak kami dalam melakukan perlawanan terhadap penjajahan Israel, kami akan selalu menemukan umat Islam yang berpihak pada kami dan memberikan dukungan pada kami, apakah itu dengan bantuan peluru atau bantuan terhadap keluarga-keluarga para martir beserta anak-anaknya. Muslim berada di sisi Hamas dalam perjuangan ini dan membuktikan kebenaran teori yang kami bicarakan.

Ada pertanyaan mengapa Hamas terlihat kurang melakukan operasi-operasi syahid seperti di masa lalu. Ini terlihat dari menurunya jumlah aksi-aksi bom bunuh diri di mana Hamas sering mengklaim bertanggung atas serangan bom itu. Apakah Hamas telah mengubah kebijakannya terhadap operasi-operasi semacam ini dan apakah Hamas menganggap operasi-operasi seperti itu menguntungkan Hamas?

Benar sekali. Jika orang memperhatikan perkembangan arah politik di Palestina dan mengamati apa yang terjadi di Palestina, ia akan melihat bahwa pada tahun 1996 dan sesudahnya, dibandingkan dengan tahun 2006, ada gelombang operasi-operasi syahid dan operasi-operasi lainnya. Tahun 2006, pemilihan umum berlangsung dan Hamas harus berhadapan dengan realita politik yang berbeda.

Hamas tetap dan akan terus menjadi gerakan perlawanan. Aktivitas utamanya adalah melawan penjajahan, inilah tulang punggung Hamas. Dan kami sangat meyakini bahwa tidak ada satu pun yang membuat kami bisa mencapai tujuan kami di Palestina, selain melakukan perlawanan. Kami menggunakan dua jalur dalam ruang politik; jalur islah dan jalur perlawanan. Hamas tetap memegang teguh perlawanan yang mencapai sukses di awal tahun 1990-an. Tapi kesuksesan itu terjegal oleh perjanjian Oslo tahun 1996 dan pemberlakukannya diperpanjang sampai tahun 2000. Tapi perjanjian Oslo gagal mencapai tujuannya.

Jadi, Hamas percaya pada keikutsertaannya dalam pemilu dan tetap memilih jalan perlawanan? Karena ada pendapat yang mengatakan, keikutsertaan Hamas dalam politik berpengaruh negatif pada gerakan Hamas sebagai gerakan perlawanan.

Perlawanan itu sendiri adalah bagian dari politik. Kita tidak bisa memisahkan keduanya karena pada akhirnya, kekerasan atau perlawanan menjadi klimaks dari politik. Perlawanan adalah jenis politik yang menggunakan senjata sebagai alat komunikasinya.

Keikutsertaan Hamas dalam pemilu sudah melalui keputusan yang diambil dengan hati-hati, dan dengan perencanaan dan upaya yang keras. Hasilnya, sungguh di luar dugaan kami. Kami cuma berharap menjadi kelompok minoritas yang cukup berpengaruh dalam sistem politik di Palestina. Kami tidak berharap untuk menang, apalagi sampai merebut 80 dari 130 kursi di Dewan Legislatif.

Mendapatkan kekuasaan adalah sebuah tanggung jawab, lebih dari sebuah pilihan. Jika kami menolak tanggung jawab itu, kami akan disalahkan. Ada yang menanyakan pada kami, mengapa Hamas tidak menjaga keanggotannya di Dewan Legislatif, membentuk pemerintahan dan berkuasa? Suatu hal yang sulit dilakukan oleh Hamas karena sebelumnya Fatah yang berkuasa dengan semua program-programnya dan Hamas harus bertanggung jawab untuk menyetujui semua keputusan dan penunjukkan karena Hamas mendominasi kursi parlemen. Kami telah memberikan mereka hak dan kebebasan dan Hamas menanggung semua tanggung jawab atas keputusan-keputusan yang sebenarnya tidak sesuai dengan program-program Hamas.

Biarbagaimanapun, Hamas menuai sukses dalam pemilu. Setelah pemilu, Hamas memasuki lorong tanggung jawab untuk membentuk pemerintahan Palestina. Kami berusaha memenuhi janji-janji kami pada rakyat Palestina terkait perubahan dan reformasi, yang memicu pertikaian dengan Fatah di Dewan Legislatif dan mayoritas aparat birokrat, dan situasi ini akhirnya membuat situasi makin rumit.

Sekarang tentang serangan roket, sejumlah kalangan di Barat menilai serangan roket Hamas ke Israel hanya membuat rakyat Palestina menderita. Bagaimana sebenarnya kebijakan Hamas tentang serangan roket ini, terutama karena isu ini bertentangan dengan opini publik. Sebagai contoh, ketika Obama berkunjung ke Israel, ia mengunjungi anak-anak Israel yang cacat akibat serangan roket al-Qassam Hamas.

Yang pertama, jika Obama berkunjung ke Ghaza, dia akan menjumpai sekitar 1.000 orang Palestina yang kehilangan kaki dan tangannya akibat misil-misil Israel. Jika di Israel ada satu anak yang terluka, kami di Palestina punya ribuan orang yang anggota tubuhnya diamputasi akibat ulah Israel. Di Tulkarim, ada seorang perempuan hamil yang kedua kakinya diamputasi.

Yang kedua, roket-roket itu dibuat di dalam negeri Palestina sendiri karena Ghaza dikepung oleh Israel, sehingga tidak mungkin ada ekspor senjata canggih, terutama dari Barat buat kami. Mereka yang mengkritik kemampuan roket-roket kami, sebaiknya membawakan kami roket-roket yang lebih baik yang bisa menimbulkan banyak korban. Dan mereka yang mengkritik target roket-roket kami, sebaiknya memberitahu kami cara untuk membuat roket-roket yang bisa mencapai target personel dan peralatan militer saja.

Kalau mereka tidak puas dengan metode kami, mereka selayaknya mengetahui masalahnya, akhiri penjajahan untuk menghentikan tembakan roket-roket kami. Roket-roket yang kami luncurkan adalah ekspresi keinginan kami untuk mengakhiri penjajahan Israel dan meraih kemerdekaan. Keinginan kami sangat kuat, tapi kami hanya memiliki kemampuan yang sederhana. Setiap orang berpartisipasi dalam memproduksi roket al-Qassam, yang dibuat di dapur-dapur rumah karena cuma dengan cara ini kami bisa melakukan perlawanan terhadap penjajah.

Apakah mereka yang mengecam menginginkan kami menerima penjajahan, penindasan dan perbudakkan. Mereka mendesak kami untuk bernegosiasi dan kami sudah bernegosiasi selama 17 tahun, tanpa hasil. Kami tak juga meraih kemerdekaan, situasi Palestina malah makin memburuk. Tanah-tanah kami dirampas dan masjid kami (al-Aqsha) hampir roboh akibat ulah Israel dan kami tidak punya peralatan lain untuk mempertahankan diri kami, untuk mendapatkan kebebasan dan lepas dari penjajahan.

Mereka yang mengecam serangan roket kami, jika menganggap serangan roket kami tidak terlalu memberi pengaruh, mengapa mereka meminta kami untuk menghentikan tembakan-tembakan roket kami?

Ada pertanyaan, jika rezim Zionis hancur dan para pengungsi Palestina kembali, negara macam apa yang akan dibangun Hamas. Akankah Hamas akan mengusir orang-orang Yahudi?

Pertanyaan yang logis seharusnya, Yahudi yang pertama kali melakukan, mereka datang dan menempati rumah-rumah milik orang lain, mengambil kebun-kebun dan hasil panen milik orang lain. Apa salah rakyat Palestina yang sudah ribuan tahun tinggal di tanah itu dan menguburkan nenek-nenek moyang mereka di sana? Mengapa orang-orang Palestina diusir dari tanah airnya, Mengapa orang-orang Yahudi melakukan itu?

Terkait Yahudi yang tinggal di tengah umat Islam, saya katakan bahwa orang-orang Yahudi yang hidup di bawah pemerintahan Islam adalah orang yang paling bahagia di bumi. Di negara Muslim, orang-orang Yahudi tidak dibunuh, seperti Yahudi-Yahudi di Moskow, Polandia, Jerman dan Spanyol. Orang selama ini sudah salah berpikir bahwa holocaust hanya terjadi di Jerman, padahal Yahudi yang dibunuh di Polandia dan Spanyol jumlahnya lebih besar daripada Yahudi yang dibantai di Jerman.

Orang-orang Yahudi hidup bebas dan menjalankan bisnisnya di Mesir dan Baghdad. Mereka tidak dicurigai atau diperlakukan sewenang-wenang. Malah terkadang, orang-orang Yahudi mendapat hak-hak istimewa. Saat ini, perwakilan Bahrain untuk AS adalah seorang Yahudi.

Islam berbeda dengan agama lainnya. Tak ada agama lain yang bisa menerima orang lain selain Islam. Seseorang tidak bisa disebut Muslim jika tidak meyakini Musa dan Isa (Yesus). Tapi penganut agama lain, menolak eksistensi kami, menolak identitas Palestina kami dan agama kami.

Kami hanya ingin penjajahan Israel di Tepi Barat dan Ghaza diakhiri. Kami ingin hidup damai, kami ingin Israel mundur dari tanah yang mereka rampas pada tahun 1967, termasuk dari Yerusalem. Inilah yang kami serukan saat ini. Terkait cara kami memerintah, jangan diragukan lagi, kami akan memerintah sesuai dengan etika, ajaran agama dan nilai-nilai sejarah kami. Kami memahami dan mengakui hak-hak orang lain. Tapi kami tidak bisa terima jika kami yang harus menyerahkan hak-hak kami.

Apakah Hamas akan mengakui Israel kalau Israel mundur ke perbatasan tahun 1967?

Tidak, kami tidak akan mengakui Israel apakah dia mundur atau tidak. Solusi yang saat ini diterima Hamas, sifatnya temporer; gencatan senjata, mundurnya Israel dari semua wilayah Tepi Barat dan Ghaza serta pendirian negara Palestina dengan Yerusalem sebagai anggotanya.

Kesepakatan itu berlaku sampai sekarang, tapi tanpa pengakuan terhadap Israel. Solusi ini tidak menjamin hak rakyat Palestina. Solusi finalnya adalah keadilan. Keadilan yang diikuti dengan kembalinya seluruh orang Palestina ke tanah air mereka dan pengembalian harta benda mereka.

Pesan apa yang ingin disampaikan Hamas untuk Abu Mazin (Mahmud Abbas, Presiden Palestina), para pemimpin Arab dan Kongres AS?

Untuk Abu Mazin, berjuanglah pada sisi rakyat untuk mencapai kebebasan.

Untuk para pemimpin Arab, persoalan Palestina akan tetap menjadi pertaruhan yang akan menentukan masa depan stabilitas di kawasan.

Untuk Israel, bukan persoalan seberapa besar harapan untuk masa kini, masa depan rakyat tidak ditentukan oleh fakta yang terjadi atau dibentuk oleh kesepakatan-kesepakatan beserta keseimbangan kekuatan. Tapi rakyat Palestina akan merebut kembali hak-haknya, dan tidak ada jalan lain.

Untuk Kongres AS, orang yang kuat, tidak akan selamanya kuat. Begitu yang lemah, tidak akan selamanya lemah. Keadilan dan kejujuran lah yang menjadi jaminan, yang membuat kehidupan orang lebih baik dari kehidupan orang lainnya. (ln)

sumber : eramuslim.com
[+/-] baca lebih lanjut ...
FormulaBisnis.com